Reproduksi Prestasi Akademik pada Pendidikan Menengah Atas di Pedesaan dalam Perspektif Kapital Budaya Keluarga

Authors

  • Wening Hidayati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Sigit Haryanto Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Djalal Fuadi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Keywords:

Kapital budaya keluarga, Reproduksi prestasi akademik, Pendidikan menengah atas, Pedesaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana reproduksi prestasi akademik berlangsung melalui perspektif kapital budaya keluarga. Penelitian dilakukan menggunakan desain studi kasus pada sekolah menengah atas di wilayah pedesaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, orang tua dan guru serta didukung oleh observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi akademik rendah umumnya berasal dari keluarga yang belum mampu membangun iklim belajar yang kondusif di rumah. Meskipun orang tua mendukung anak untuk bersekolah, dukungan tersebut cenderung bersifat normatif dan belum diwujudkan dalam pendampingan belajar yang efektif. Keterbatasan pengetahuan orang tua, termasuk pemanfaatan teknologi, menyebabkan fasilitas belajar seperti telepon genggam lebih banyak digunakan untuk hiburan daripada menunjang kegiatan akademik. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kapital budaya keluarga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga dengan kemampuan keluarga mengarahkan dan mengelola sumber daya tersebut secara edukatif.

References

[1] Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241-258). Greenwood Press

[2] Jin, H., Ma, X., & Jiao, S. (2022). Cultural capital and its impact on academic achievement: sustainable development of Chinese high school students. Sustainability.

[3] Wenhong & Sisi (2018). Parental cultural capital and academic achievement differences between rural and urban students. Journal of Educational Research and Policies.

[4] Sullivan, A. (2001). Cultural capital and educational attainment. Sociology, 35(4), 893-912.

[5] da Silva et al. (2024). Learning of rural education students from the perspective of Pierre Bourdieu's cultural capital. Revista Brasileira de Educação do Campo.

[6] Bourdieu, P., & Passeron, J.-C. (1990). Reproduction in education, society and culture (2nd ed.). Sage Publications. (Original work published 1977)

[7] Atmaca, T., & Ayd?n, A. (2020). Reproduction of social inequality in education by transferring cultural capital. MANAS Journal of Social Studies

[8] Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95-S120

[9] Lareau, A. (2011). Unequal childhoods: Class, race, and family life (2nd ed.). University of California Press.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Hidayati, W., Haryanto, S., & Fuadi, D. (2026). Reproduksi Prestasi Akademik pada Pendidikan Menengah Atas di Pedesaan dalam Perspektif Kapital Budaya Keluarga. Prosiding University Research Colloquium, 22, 202–210. Retrieved from https://www.repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/3220