Hubungan Kekuatan Otot Tungkai terhadap Risiko Jatuh pada Lansia

Authors

  • Siti Chumairah Anwar Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Veni Fatmawati Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Nindha Prabaningrum Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia

Keywords:

Kekuatan Otot Tungkai, Risiko Jatuh, Lansia, FTSTS, Morse Fall Scale

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang memasuki fase akhir kehidupan yang ditandai dengan melemahnya kondisi fisik dan berkurangnya kemampuan tubuh dalam merespon perubahan lingkungan secera efektif. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis, termasuk penurunan kekuatan otot tungkai yang terjadi akibat berkurangnya massa dan kemampuan otot. Kekuatan otot tungkai berperan penting dalam menunjang kestabilan postur tubuh, kemampuan bergerak, serta fungsi aktivitas sehari-hari pada lansia. Melemahnya kekuatan otot tungkai dapat meningkatkan risiko terjadinya jatuh yang berdampak pada cedera fisik, berkurangnya tingkat kemandirian, serta penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, kajian mengenai hubungan antara kekuatan otot tungkai dan risiko jatuh pada lansia menjadi penting sebagai dasar dalam upaya pencegahan serta penyusunan intervensi fisioterapi yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai terhadap risiko jatuh pada lansia di PCA Pajangan Bantul. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia yang tergabung dalam komunitas PCA Pajangan Bantul berjumlah 110 lansia. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 85 lansia yang diperoleh dengan Teknik purposive sampling. Kekuatan otot tungkai diukur menggunakan instrumen Five Times Sit to Stand Test (FTSTS), sedangkan risiko jatuh diukur menggunakan Morse Fall Scale (MFS). Uji Normalitas dengan Shapiro Walk didapat data tidak normal. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dan risiko jatuh pada lansia (r = 0,666; p > 0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara penurunan kekuatan otot tungkai dengan peningkatann risiko jatuh pada lansia.

References

[1] O. Dian et al., "hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia," vol. 2, no. 4, 2021, [Online]. Available: http://undhari.ac.id

[2] O. I. Putu Aditya Pradana Putra Muliawan, I. Darmawijaya, L. Putu Ayu Vitalistyawati, P. Studi Fisioterapi, F. Kesehatan, and dan Teknologi, "hubungan kekuatan otot tungkai denga keseimbangan dinamis lansia di desa buruan kaja," vol. 2, no. 4, 2022.

[3] N. Purnamasari, F. Bachtiar, and A. Puspitha, "The Effectiveness of Motoric-Cognitive Dual-Task Training in Reducing Risk of Falls on Elderly," Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, vol. 15, no. 3, pp. 284-291, Sep. 2019, doi: 10.30597/mkmi.v15i3.7019.

[4] F. Akbar, D. Darmiati, F. Arfan, and A. A. Z. Putri, "Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Kecamatan Wonomulyo," Jurnal Abdidas, vol. 2, no. 2, pp. 392-397, Apr. 2021, doi: 10.31004/abdidas.v2i2.282.

[5] F. Heppy, "Pencegahan Jatuh dan Instabilitas pada Kelompok Lanjut Usia: Sebuah Studi Literatur." [Online]. Available: http://journal.scientic.id/index.php/sciena/issue/view/20

[6] F. Bachtiar, J. R. Fatmawati Raya, and P. Labu, "Deteksi Risiko Jatuh dan Pendampingan Latihan Keseimbangan Pada Pasien Lanjut Usia di RS Setia Mitra Jakarta," 2020.

[7] N. Ebrahim, J. Ras, R. November, and L. Leach, "The Prevalence of Falls Among Older Adults Living in Long-Term Care Facilities in the City of Cape Town," Int J Environ Res Public Health, vol. 22, no. 3, Mar. 2025, doi: 10.3390/ijerph22030432.

[8] N. Annisa and D. R. Komalasari, "Muscle strength and the risk of falls in community-dwelling elderly in Central Java in urban and rural areas," Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, vol. 6, no. 7, pp. 509-516, Jan. 2024, doi: 10.33024/minh.v6i7.13166.

[9] S. Wijaya, "Environmental Risk Factors and Fall Incidence Among Older Adults: A Cross-Sectional Study," Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, vol. 13, no. 3, pp. 498-503, Sep. 2025, doi: 10.24843/mifi.000000362.

[10] F. Rodrigues, C. Domingos, D. Monteiro, and P. Morouço, "A Review on Aging, Sarcopenia, Falls, and Resistance Training in Community-Dwelling Older Adults," Jan. 01, 2022, MDPI. doi: 10.3390/ijerph19020874.

[11] Y. Kim et al., "Cross?Sectional and Longitudinal Associations of Irisin and Adiponectin With Obesity, Sarcopenia and Sarcopenic Obesity," J Cachexia Sarcopenia Muscle, vol. 17, no. 1, Feb. 2026, doi: 10.1002/jcsm.70172.

[12] R. T. L. Zhu et al., "Association of lower-limb strength with different fall histories or prospective falls in community-dwelling older people: a systematic review and meta-analysis," Dec. 01, 2025, BioMed Central Ltd. doi: 10.1186/s12877-025-05685-3.

[13] C. De Almeida Nagata, T. C. D. Da Silva Hamu, P. H. S. Pelicioni, J. L. Q. Durigan, and P. A. Garcia, "Influence of lower limb isokinetic muscle strength and power on the occurrence of falls in community-dwelling older adults: A longitudinal study," PLoS One, vol. 19, no. 4 April, Apr. 2024, doi: 10.1371/journal.pone.0300818.

[14] D. Soleha, M. Munawwarah, A. C. Meidian, and T. L. Amir, "Hubungan antara Risiko Jatuh dengan Activity Daily Living pada Lanjut Usia".

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Anwar, S. C., Fatmawati, V., & Prabaningrum, N. (2026). Hubungan Kekuatan Otot Tungkai terhadap Risiko Jatuh pada Lansia. Prosiding University Research Colloquium, 22, 179–184. Retrieved from https://www.repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/3218